TF Churchy - шаблон joomla Книги
Print

Sejarah FEBI

Sejarah Lahirnya

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Bukittinggi

 

Sejarah lahir dan berdirinya Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Bukittinggi merupakan bagian dari sejarah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Bukittinggi secara umum. STAIN Bukittinggi merupakan perubahan atau pengalihan status dari Fakultas Syariah IAIN Imam Bonjol Padang berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI Nomor 11 Tahun 1997 Tentang Pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN), Surat Menteri Agama RI No. 196 tahun 1997 tanggal 30 Juni 1997 tentang Organisasi dan Tenaga Kerja STAIN Bukittinggi, Surat Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Kelembagaan Islam nomor E/136/1997 tanggal 30 juni 1997 Tentang Alih Status dari Fakultas Daerah menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri.

Keberadaan Perguruan Islam Tinggi Darul Hikmah, Universitas Darul Hikmah, Fakultas Agama Islam Syari’ah (FAIS) dan Fakultas Syari’ah IAIN Imam Bonjol di Bukittinggi merupakan bagian penting dari sejarah panjang berdirinya STAIN Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi.

Perguruan IslamTinggi Darul Hikmah didirikan di Bukittinggi oleh Yayasan Darul Hikmah yang dipimpin oleh Ustadz Nazaruddin Thaha pada tanggal 27 Rajab 1373 H atau tahun 1953 dengan Dekan pertamanya adalah Sjech Ibrahim Musa Parabek. Kampus perguruan semula berlokasi di Garegeh (Ex SD17 atau SD 04 sekarang) dan pada tanggal 1 Agustus 1956 Perguruan Islam Tinggi Darul Hikmah dipindahkan dari Garegeh ke Padang Luar (terletak disebelah kanan Jalan Raya Bukittinggi-Padang atau sebelum SMP Standar Banuhampu).

Perguruan Islam Tinggi Darul Hikmah berkembang menjadi Universitas Islam Darul Hikmah yang diresmikan oleh Menteri Agama RI KH Ilyas pada tanggal 18 Rabiul Awal 1377 H atau tanggal 12 Oktober 1957, bertempat di Gedung Olah Raga Polisi (belakang SMU 2 sekarang) dengan Presiden/Rektor pertamanya Sjech Ibrahim Musa Parabek. Universits ini merupakan Universitas Islam yang pertama di Sumatera Tengah (Sumatera Barat, Riau dan Jambi).

Universitas Islam Darul Hikmah terdiri dari 5 Fakultas yaitu : Fakultas Hukum Islam (Syari’ah) di Bukittinggi (Ex. Perguruan Islam Tinggi Darul Hikmah). Fakultas Ushuludin di Padang Panjang didirikan pada tanggal 12 Agustus 1956. Fakultas Ad-Da’wah Wal Irsyad di Payakumbuh didirikan pada tanggal 23 juni 1957 dan Fakults Lughatul Adabiyyah di Padang didirikan pada tanggal 9 Agustus 1957.

Universitas Darul Hikmah di Bukittinggi terpaksa menghentikan kegiatannya semenjak hari Minggu 4 Mei 1958, karena pada hari itu Tentara Pusat (APRI) memasuki Kota Bukittinggi dalam rangka membebaskan Sumatera Tengah dari pergolakan daerah. Semenjak hari itu Gedung perkuliahan di Padang Luar yang ditempati semenjak tanggal 1 Agustus 1956 ditutup. Demikian pula keadaannya pada fakultas-fakultas yang ada di Payakumbuh, Padang Panjang, Batusangkar, Solok dan Padang. Rektor yang mulia Sjech Ibrahim Musa Parabek (Alm), para pembantu Rektor dan para pegawai mengungsi. Sedangkan Mahasiswa memanggul senjata dan bergabung dalam Kompi Mawar menghadapi tentara APRI.

Walaupun kegiatan Universitas Darul Hikmah terhenti tanggal 4 Mei 1958 s/d 4 Juni 1962, namun semangat dan keinginan masyarakat Sumatera Barat untuk mendirikan Perguruan Tinggi Islam tetap hidup dan menyala, terbukti Yayasan Imam Bonjol yang dipimpin oleh Bapak Drs. Azhari (alm) asal Parit Putus IV Angkek Canduang berhasil mendirikan Fakultas Sosial Politik dan Fakultas Tarbiyah Yayasan Imam Bonjol tanggal 5 Juni 1962 di Padang. Fakultas Tarbiyah ini dinegerikan tanggal 21 September 1963 dan menjadi cabang Fakults Tarbiyah Syarif Hidayatullah Ciputat, Jakarta.

Kemudian Bapak Drs. Azhari (Ketua Yayasan Imam Bonjol/Wali Kota Padang), Bapak Firdaus Khaerani, SH (Ketua Pengadilan Negeri Bukittinggi) dan Ibu Hj. Naemah Djambek selaku Pengurus Yayasan Imam Bonjol berhasil mendirikan Fakultas Agama Islam Syari’ah (FAIS) Yayasan Imam Bonjol di Bukittinggi dan diresmikan oleh Bapak Drs. Azhari selaku ketua Yayasan. Acara peresmian ini sempat terancam batal karena pihak kepolisian menolak mengeluarkan izin karena seluruh mahasiswa FAIS terlibat PRRI. Akhirnya dengan izin Allah serta melalui dialog yang cukup melelahkan dan usaha yang sungguh-sungguh dari beliau bertiga, maka izin dari kepolisian diperoleh juga sehingga acara peresmian tersebut dapat terlaksana sesuai dengan rencana.

Peresmian FAIS dilaksanakn pada Senin malam sesudah shalat Isyajam 08.00 WSU tanggal 21 Januari 1963 bertempat di FAIS, Yayasan Imam Bonjol Bukittinggi inilah diresmikan menjadi Fakultas Syari’ah IAIN Imam Bonjol Bukittinggi. Ketua panitia peresmian Fakultas Syari’ah IAIN Imam Bonjol adalah H.A Kamal, SH. Sama seperti halnya Fakultas Agama Islam Syari’ah (FAIS) Yayasan Imam Bonjol Bukittinggi, Fakultas Syari’ah IAIN Imam Bonjol di Bukittinggi setelah diresmikan pada tanggal 29 November 1966 juga tidak mempunyai sarana dan prasarana yang memadai. Kantor, gedung perkuliahan dan mobil operasional tidak ada. Mula-mula fakultas ini berkantor di Surau Inyiak Djambek dan apabila ada acara pertemuan pimpinan dan mahasiswa atau acara-acara mahasiswa diadakan di rumah Ibu Naemah Djambek disebelah kantor atau di lantai II Surau tersebut.

Selanjutnya dengan inisiatif Letkol A.M Ridwan Komandan KODIM Agam sekaligus menjabat Pjs Danren Wijaya Wirabraja pada waktu itu ditunjuklah kantor Pertanian Jln Sjech M. Djamil Djambek Landbow untuk gedung kuliah. Dua tahun setekah itu kantor dipindahkan dari Surau Inyiak Djambek ke Kantor Pertanian Landbow dan gedung kuliahpun dipindahkan pula ke Sekolah Gaffar Djambek di Gurun Panjang (Ex. Zender Tri Arga), semua tempat itu berada dibawah pengawasan KODIM 0304 Agam.

Dua tahun setelah itu pada awal tahun 1970 Bapak Wali Kota Bukittinggi M. Asril, SH segera menyetujui dan menyerahkan dua (2) bidang tanah, yang satu (Ex. Zender Jepang) untuk membangun gedung Fakultas Syari’ah IAIN Imam Bonjol Bukittinggi di Garegehdan yang lainnya (tanah wakaf Inyiak H. Hajeral (alm) ) untuk perumahan dosen (sekarang ditempat itu dibangun SD Luar Biasa). Namun pada saat itu belum sempat dibangun Gedung Fakultas Syari’ah disebabkan belum tersedianya dana, sehingga kampus masih tetap di Gurun Panjang.

Sementara itu mahasiswa semakin bertambah banyak, sehingga tempat perkuliahan di Gurun Panjang tidak memadai lagi. Maka Pimpinan Fakultas mengusahakan menyewa tempat yang lebih besar. Didapatlah sebuah Ex. Gedung dengan 5 (lima) ruangan di Jangkak Mandiangin (sekarang kampus STIE Agus Salim). Perkuliahan dipindahkan lagi dari Gurun Panjang ke Jangkak Mandiangin dan kantor tetap di Pertanian Landbow. Gedung di Jangkak ditempati selama 2 (dua) tahun yaitu tahun 1970-1972. pada tahun 1972 pimpinan Fakultas menggerakkan mahasiswa untuk membangun 2 (dua) buah Gedung perkuliahan dan satu kantor di lokasi yang telah tersedia di Garegeh dan setelah dibangun maka tempat perkuliahan dan kantor dipindahkan ke Garegeh tepatnya di Jalan Paninjauan Garegeh Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Kota Bukittinggi.

Fakultas Syari’ah IAIN Imam Bonjol Bukittinggi merupakan salah satu Fakultas daerah karena tidak berada dalam satu lokasi (Padang). Sedangkan IAIN Imam Bonjol Padang juga terdapat Fakultas Syari’ah. Menurut peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, 2 (dua) Fakultas sejenis tidak boleh berada dalam satu IAIN, sehingga fakultas-fakultas sejenis yang teradapat dalam satu daerah Tk.II Kabupaten/Kota harus berobah status menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN), karena keberadaannya sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat.

Berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 11 Tahun 1997 tanggal 21 Maret 1997 beserta lampirannya tentang Pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN), dan Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam No.E/136/1997 tanggal 30 Juni 1997 oleh Menteri Agama RI di Jakarta, maka secara otomatis terjadilah pemisahan dan peralihan prinsip antara Rektor IAIN Imam Bonjol Padang dengan Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.

Semenjak berdirinya Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dan memulai perkuliahan pada tahun akademik 1997/1998, semua urusan administrasi, pendidikan, ketenangaan dan keuangan telah dikelola sepenuhnya oleh STAIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri STAIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi merupakan pengalihan dari Fakultas Syariah IAIN Imam Bonjol Padang berdasarkan surat Keputusan Presiden RI Nomor. 11 Tahun 1997 tanggal 21 Maret 1997 tentang Pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN), surat Menteri Agama RI Nomor 296 tahun 1997 tanggal 30 Juni 1997 Tentang Organisasi dan Tata Kerja STAIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Surat Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Nomor. E/136/1997 tanggal 30 Juni 1997 tentang Alih Kekuasaan dari Fakultas Daerah menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri.

STAIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi pada awalnya terdapat tiga Jurusan Syari’ah dengan 3 Program Studi : Ahwal Syakhsyiyah, Mu’amalat dan Jinayah Siyasah, serta Program DIII Perbankan Syriah. Kemudian baru disusul dengan Jurusan Tarbiyah dengan Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI). Pada tahun 2007 dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor: Dj.I/422/2007 tentang izin Penyelenggaraan Program Studi Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri keluar izin penyelenggaraan Program Studi Ekonomi Islam (S1). Pada tahun 2012 program DIII Perbankan Syariah dan program studi Ekonomi Islam (S1) memisahkan diri dari Jurusan Syariah menjadi Jurusan Ekonomi Islam.

Kemudian pada tahun 2014, menyikapi pesat perkembangan di dunia industri perbankan syariah dan ekonomi syariah secara umum, maka STAIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi membuka jurusan Perbankan Syariah (S1) dengan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor: 167 Tahun 2014 tentang Izin Penyelenggaraan Program Studi pada Program Sarjana STAIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.

Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi sejak 18 Desember 2014 bertepatan dengan 25 Shafar 1436 H, telah berubah status menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Perubahan status ini melalui Peraturan Presiden RI No.181 Tahun 2014, yang secara nasional, Launching 10 STAIN menjadi IAIN diselenggarakan pada tanggal 19 Desember 2014 di Istana Negara oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Berdasarkan Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia No.12 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi, organisasi institut terdiri dari organ pengelola, organ pertimbangan dan organ pengawasan. Organ pengelola terdiri dari: a). Rektor dan Wakil Rektor, b). Fakultas, c). Biro Administrasi Umum, Akademik, dan Kemahasiswaan, d). Lembaga, dan e). Unit Pelaksana Teknis. Institu Agama Islam Negeri Bekittinggi terdapat empat fakultas yaitu: Fakultas Syariah (FSYAR), Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTIK), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), dan Fakultas Ushuluddin Adab dan Da’wah (FUAD).

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Bukittinggi terdiri dari tujuh jurusan/program studi; 1) Jurusan DIII Perbankan Syariah, 2) Jurusan Ekonomi Islam Strata 1, 3) Jurusan Perbankan Syariah Strata 1, 4). Jurusan Akuntansi Syariah, 5). Jurusan Parawisata Syariah, 6). Jurusan Manajemen Haji dan Umrah, dan 7). Jurusan Manajemen Bisnis Syariah. Dimana jurusan/program DIII Perbankan Syariah merupakan jurusan yang paling awal dengan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor: DJ.I/178/2007 tentang Izin Penyelenggaraan Program Studi Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri Tahun 2007, kemudian pada tahun 2008 diperpanjang dengan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor: DJ.I/385/2008 tentang Perpanjang Izin Penyelenggaaan Program Studi Pada Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI). Dengan keluarnya izin penyelenggaraan program studi DIII Perbankan Syariah diikuti dengan Izin Penyelenggaran prodi Ekonomi Islam dengan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor: 495 Tahun 2012 Tentang Perpanjangan Izin Penyelenggaraan Program Studi pada Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. Pada tanggal 15 Januari 2014 keluar lagi Izin Penyelenggaraan Jurusan/Program Studi Perbankan Syariah S1 dengan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Negeri Nomor: 167 Tahun 2014 tentang Izin Penyelenggaraan Program waktu itu berada di bawah Jurusan Ekonomi Islam, yang merupakan cikal bakal Studi Pada Program Sarjana Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Syech M.Djamil Djambek Bukittinggi Tahun 2014. Program Studi DIII Perbankan Syariah, program studi Ekonomi Islam dan program Studi Perbankan Syariah S1, pada lahirnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Bukittinggi.

Dengan adanya perubahan status ini melalui Peraturan Presiden RI No.181 Tahun 2014, yang secara nasional, Launching 10 STAIN menjadi IAIN diselenggarakan pada tanggal 19 Desember 2014 di Istana Negara oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Jurusan Ekonomi Islam berubah menjadi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Bukittinggi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam mempunyai tiga jurusan: 1). Jurusan DII Perbankan Syariah, 2). Jurusan Ekonomi Islam (S1), dan 3). Jurusan Perbankan Syariah (S1). Kemudian pada tanggal 23 juni 2016 keluar Izin Penyelenggaraan Akuntansi Syariah (S1) dengan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor: 3542/Tahun/2016 Tentang Izin Penyelenggaraan Program StudiAkuntansi Syariah Pada Program Sarjana Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi. Kemudian diikuti dengan tiga Jurusan/Program Studi lagi yaitu; 1). Program Studi Pariwisata Syariah, 2). Program Studi Haji dan Umrah, 3). Program Studi Bisnis Syariah, dengan Keputusan Direktoral Jenderal Pendidikan Islam Nomor: 107 Tahun 2017 tentang Izin Penyelenggaraan Program Studi pada Program Sarjana Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi.

Contact Info

Sekretariat :
Gedung H - Kampus II IAIN Bukittinggi
Jl. Raya Gurun Aur
Kecamatan Banuhampu
Kabupaten Agam - SUMBAR
Telp.  (0752) 33136, 34310
e-Mail :
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.