Teliti Modernisasi Dalam Keberagamaan Mahasiswa di Sumatera Barat, Dosen IAIN Bukittinggi Raih Gelar Doktor

Pemahaman Agama merupakan peranan yang sangat penting dalam hidup dan kehidupan manusia, karena Agama tidak hanya mengatur kehidupan manusia di alam dunia saja, tetapi juga mengatur bagaimana seharusnya hidup di akhirat.

Keislaman seseorang Muslim secara kualitatif harus terus menerus meningkat dari formalities dan verbalistis menuju subtansialitas dan esensialitas.Yakni keberagamaan yang memanifestasikan nilai -nilai etika dan moral Islam untuk kemudian diintenalisasikan ke dalam kehidupan sosial dalam kerangka amar ma’ruf nahi mungkar, menuju pemberdayaan masyarakat, secara material, rasional dan spiritual.

Bertempat di Gedung Pascasarjana  Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan, pada Jumat (27/7) dosen  sekaligus Wakil Rektor Bidang Adminstrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan pada IAIN Bukittinggi Bapak Novi Hendri, M.Ag berhasil meraih gelar doktor pada program Doktor Akidah dan Filsafat Islam. Bapak Novi Hendri menjadi doktor ke 27 pada IAIN Bukittinggi.

Penelitian yang dilakukan oleh Novi Hendri itu sendiri yaitu Modernisasi Dalam Keberagamaan Mahasiswa di Sumatera Barat.

Dalam penelitiannya beliau menjelaskan bagaimana mahasiswa masa yang akan datang dapat menjadi pribadi yang utuh, yang mampu berjalan diatas roda kehidupan yang serba modern tanpa harus kehilangan identitas, karena dibekali ajaran agama sebagai pegangan hidup sebagai filter atau penyaring untuk memilah dan memilih mana yang baik dan mana yang bertentangan dengan nilai-nilai keislaman Tetapi apa yang dicita-citakan oleh Institusi perguran tinggi agama Islam ternyata tidak sepenuhnya berjalan sebagai mana yang diharapkan. Seiring kemajuan teknologi di Era globalisasi terjadi kemerosotan akhlak yang semakin melanda dilingkungan Mahasiswa.

Acara sidang doktor diakhiri dengan pengucapan selamat oleh civitas akademika,  promotor dan para hadirin atas prestasi yang diraih oleh Novi Hendri, M.Ag. Turut hadir utusan unsur pimpinan IAIN Bukittinggi, beserta dosen IAIN Bukittinggi.

(Era Sonita/27.7)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *