Srikandi FEBI Mengukir Prestasi di Langit-Langit Kota Malang

Pekan Ilmiah Olah Raga Seni dan Riset (PIONIR) IX,  dibuka secara resmi oleh Menteri Agama Republik Indonesia Drs. H. Lukman Hakim Saifuddin, MA.  Pada Hari Senin 14 juli 2019  dan akan berlangsung sampai 21 Juli 2019 di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang,  dengan mempertandingkan 38 cabang lomba di dalam tiga kategori yakni; ilmiah dan riset, olahraga dan seni, diikuti oleh 58 kontingen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia. Dengan motto “ spirit of unity “.

Pembukaan sengaja dilangsungkan pada malam hari yang spektakuler, karena tuan rumah menyambut tamunya dengan permainan lampu bewarna warni dan Pesta kembang api, membuat terangnya langit-langit kampus pada saat pembukaan.

IAIN Bukittinggi pada PIONIR tahun 2019 ini mengikuti 16 cabang yang didukung oleh 22 Orang mahasiswanya, tiga orang diantaranya dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) untuk tiga cabang lomba:

  1. Vewi Julita Prodi Ekonomi Islam, cabang kaligrafi dekorasi
  2. Meri Zilvita Prodi Ekonomi Islam, cabang kaligrafi naskah
  3. Ali Hazmi Dalimunte Prodi Perbangkan Syariah, cabang pop solo islami

Cabang kaligrafi dilaksanakan di gedung Pascasarjana Kampus Dua yang berlokasi di kota Batu, pada hari Rabu 23 Juli untuk kaligrafi naskah, mulai jam 08.00 s.d jam 16.00 WIB. Dengan wajah optimis Meri Zilvita memasuki ruangan lomba, dan mampu menyelesaikan karyanya tepat pada waktu yang disediakan oleh panitia. Tanpa istirahat, apalagi untuk makan dan minum,  Meri berupaya mempersembahkan karya terbaik  untuk  almamaternya, apalagi ajang ini merupakan kesempatan terakhir baginya, karena tahun depan dia akan wisuda. Namun pada saat pengumuman hasil, Meri harus puas karena berada pada posisi harapan tiga, walaupun meri meyakini karyanya yang terbaik namun keputusan juri berkata lain.

Pada hari Kamis nya tanggal 24 Juli untuk kaligrafi dekorasi, dengan perasaan terbebani Vewi mulai mengukir triplek sebagai media yang disediakan oleh panitia dengan pewarnanya berjumlah dua koper ukuran sedang, yang selalu ditentengnya semenjak dari Bukittinggi. Betapa tidak terbebani Karena Pionir VIII,  Vewi sudah mendapatkan medali perunggu yang berlangsung di Aceh. Diselimuti hawa dinginnya kota Batu, Vewi dengan tabah tanpa menghiraukan hiruk pikuk teman-temannya sesama peserta,  menyelesaikan langkah demi langkah karyanya dengan pasti. Tangan belepotan pewarna tak ketinggalan  hidung dan pipinya, Vewi meninggalkan ruangan pertandingan dengan wajah sumringah, menemui  offisialnya, wakil dekan 3, Gusril Basir, SH.M.Hum. dan teman –temannya yang menunggu  dengan setia, semenjak pertandingan berlangsung.

Pada pengumuman hasil, sebagaimana yang sudah diprediksinya, sebab menurut Vewi inilah karya yang paling bagus selama mengikuti pertandingan, Vewi mendapatkan nilai tertinggi mengalahkan lawan lawannya dan berhak atas medali emas yang disediakan panitia. Emas pertama untuk kontingan IAIN Bukittinggi.

Namun panilaian juri ini digugat oleh offisial dari Universitas Islam Negeri (UIN) Riau, yang merupkan dosen senior kaligrafinya. Gugatan ini  berlanjut ke sidang arbitrase  yang dipimpin langsung oleh Ketua Stering Comitte (SC) DR. H. Wiryono, M.Ag. merupakan wakil Rektor bidang Kemahasiswaan UIN Jogayakarta.  Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukitinggi  di wakili oleh Wakil-Wakil  Dekan  bidang kemahasiswaannya selaku official pada evan ini; Fajrul Wadi, S.Ag, M.Hum (febi), Dr. Supratman Zakir, M.Pd, M.Kom,(FTIK) dan Gusril Basir,SH., M.Hum (FEBI), sedangkan UIN RIAU dipimpin langsung oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaannya. Suasana sidang berjalan alot, mempertahankan argumentasi dari masing-masing sudut pandang. Akhirnya sidang diskor lima menit untuk sidang pleno SC. Keputusan SC yang tidak dapat di ganggu gugat lagi tetap menyatakan kemenangan bagi kontingan IAIN Bukittinggi. Bravo IAIN Bukittinggi.

Dekan FEBI Dr. Iiz Izmuddin mendapatkan informasi ini, menyambut gembira dan mempersiapkan segala sesuatunya untuk menyambut kepulangan mahasiswanya yang telah mengharumkan nama IAIN Bukittinggi umumnya, dan khususnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. (Gusril Basir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *