SEMINAR SEHARI FORUM PENGEMBANGAN EKONOMI DAERAH

Pemerintah Kota Bukittinggi dalam rangka pengembangan ekonomi kota Bukitinggi melaksanakan seminar sehari pada hari Jum’at, 20 Desember 2019, yang bertempat di Ruang Sidang Walikota Bukittinggi, yang dihadiri oleh berbagai utusan lembaga yang berkaitan erat dengan pengembangan ekonomi daerah dengan fokus kepada upaya penguatan dan peningkatan aktivitas jual beli pada tiga pasar kota Bukittinggi (Pasar Aur, Pasar Bawah dan Pasar Atas).

Pelaksanaan seminar ini dilatar belakangi oleh melemahnya perekonomian Sumatera Barat yang terlihat dari menurunnya pertumbuhan ekonomi sebelumnya dari 5,29 menjadi 5,12 (BPS, 2019) begitu juga dengan Kota Bukittinggi yang tahun sebelumnya pertumbuhan ekonomi sebesar 6,09 menjadi 6,03. Hal ini tentu dipengaruhi salah satunya oleh tingkat daya beli masyarakat yang menurun. Secara kasat mata bisa kita lihat pada tiga pasar di Kota Bukittinggi yang sepi dengan aktivitas jual beli. Padahal Kota Bukittinggi memiliki potensi pasar seperti; Pasar Aur, toko sebanyak 661 dan kios konter lapangan bulanan sebanyak 3.248. Pasar Bawah, toko sebanyak 558, tutup sebanyak 29, kios sebanyak 63, tutup sebanyak 15, lapangan bulanan sebanyak 664, tutup sebanyak 42. Sedangkan Pasar Atas (Potensi dengan Bangunan Baru), Lantai dasar sebanyak 242 kios, lantai satu sebanyak 284 kios, lantai dua sebanyak 284 kios dan lantai tiga sebanyak 24 kios dan foodcort.

Ditambah dengan daya dukung toko-toko diseputaran Pasar Atas. Disisi lain kemajauan teknologi, dengan berkembang pesatnya perdagangan online, dengan aktifitas  perdagangan tanpa tempat space, ikut mengancam potensi  pasar yang dimiliki oleh Kota Bukitinggi.

Oleh karena itu Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Bukittinggi, DR. Iiz Izmuddin, MA, sebagai narasumber menyampaikan sarannya berdasarkan potensi yang dimiliki sebagai kota wisata maka pasar Bukittinggi dijadikan sebagai “Pasar Wisata dan Wisata Belanja”

Upaya menuju Pasar Wisata, antara lain:

  1. Penanganan penataan pasar wisata yang dapat mengangkat citra kekinian, tanpa mengubah keasrian barang yang diperjual belikan.
  2. Penyediaan fasilitas-fasilitas penunjang kegiatan wisata belanja sebagai daya tarik bagi wisatawan untuk bersinggah lebih lama.
  3. Merancang fasilitas-fasilitas pendukung yang dapat mendukung fungsi kawasan perbelanjaan seperti aksebilitas ke lantai 2 dan 3
  4. Mengembangkan dan menggali potensi kawasan sekitar dengan memanfaatkan potensi yang berada disekitar terminal Aur Kuning.

Demikianlah pokok-pokok pemikiran Dr. Iiz Izmudin, MA yang dilanjutkan dengan diskusi dari berbagai kalangan yang hadir dalam seminar sehari itu. (GB_WSS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *