Geliat Mahasiswa Akuntansi Syariah Menyambut Bulan Ramadhan

     Pandemi Covid-19 sangat meresahkan semuanya. Apalagi pandemi ini sampai bulan suci Ramadhan 1441 H belum memperlihatkan penurunannya, walaupun pemerintah sudah meningkatkan berbagai upayau ntuk menanggulanginya. Hal ini tentu menganggu ibadah di bulan yang selalu dinantikan kedatangan oleh setiap kaum muslimin di dunia ini.

     Oleh karena itu Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Akuntansi Syariah FEBI IAIN Bukittinggi melaksanakan kegiatan Diskusi Online  dengan Thema “Tips Menjalani Ibadah Bulan Ramadhan pada Masa Covid-19 Demi tercapainya Kemenangan dan Kembali ke Fitrah” pada Hari Sabtu 25 April 2020 yang lalu. Menurut Agus Wiranata Ketua Umum HMPS Akuntansi Syariah, adapun tujuan diadakan diskusi ini untuk menjawab kekhawatiran para masyarakat yang ingin menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Dilaksanakan secara online di grup What’s App yang dimulai dari pukul 16.00 sampai 18.00 WIB.

     Narasumber dalam diskusi ini Dr. H. Edi Rosman, S.Ag., M.Hum, merupakan ustazd yang sudah dikenal oleh Jemaah baik untuk Kota Bukittinggi, Kabupaten Agam dan sekitarnya. Di samping itu beliau juga Dosen Senior di Fakultas Syariah IAIN Bukittinggi. Dalam diskusi itu narasumber menyampaikan beberapa pesan, diantaranya;

Tips meraih kemenangan disaat covid-19, sudah barang tentu melaksanakan ibadah shaum. Ibadah shaum jaminan untuk menuju kepada ketakwaan dan kemenangan yang sesungguhnya. Walaupun dalam suasana pandemic covid-19, hadapi dengan sabar dan lakukan segalanya di rumah, bukalah pintu surga di rumah, tutuplah pintu neraka di rumah. Insyallah pada akhirnya nanti akan kembali kepada fitrah, sebagaimana kita dilahirkan dahulu.

     Acara ini di samping disambut hangat oleh masyarakat, Ketua Program Studi Akuntansi Syariah. Tartila Devy, SE. M. Akt. memberikan apresiasi juga kepada mahasiswanya, karena memiliki kepedulian terhadap masyarakat, tau apa yang dibutuhkan oleh masyarakat dengan adanya kondisi yang datang tanpa di undang ini. Mudah-mudahan jadi amal ibadah bagi kita semua, ungkap buk Tila mengakhiri apresiasi terhadap kegiatan anak-anak binaannya ini.

     Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Dr. Iiz Izmuddin, MA mengungkapkan kegembiraanya terhadap kretifitas mahasiswanya ini, walaupun jurusan Akutansi tetapi perhatiannya terhadap pelaksanaan ibadah masyarakat sangat tinggi, dengan adanya diskusi itu, masyarkat menjadi tahu, bahwa tarawih itu tidak harus di mesjid, di rumah juga boleh dilaksanakan, bapaknya yang jadi Imamnya, nah ini ada wadah pendidikan bagi kepala rumah tangga, belajar menjadi imam tarawih bagi anggota keluarganya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *