Profil Alumni : “PENDIRI BMT KE KANTOR WALI KOTA”

     SALMAN HAFIZ yang lahir di Jakarta pada 10 September 1984, adalah  anak pertama dari pasangan Aslam Rasul dan Rosna Sulin. Setahun setelah dilahirkan Salman kecil di boyong orang tuanya pulang ke kampung halamannya di Sungai Talang Jorong Hilie Balai Nagari Paninjauan Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar.

     Sisulung dari lima bersaudara ini memulai pendidikan formalnya, di Sekolah Dasar Negeri 09 Guguk Malintang Padang Panjang tamat tahun 1996 dengan nilai NEM tertinggi di Sekolahnya. Selanjutnya Salman melanjutkan ke MTsN Ganting Padang Panjang, tamat Tahun 1999, dan dilanjutkan ke MAN Koto Baru Padang Panjang, tamat tahun 2002.

     Untuk ke perguruan tinggi, Salman mengambil Jurusan D.III Manajemen Perbankan Syariah, IAIN Imam Bonjol Padang, dengan pertimbangan pada saat itu, ekonomi dan keuangan syariah sedang berkembang dan dikembangkan.  Salman tamat tepat waktu 6 Semester tahun 2005. Setelah tamat Salman yang suka berkreatifitas ini, beberapa orang teman kuliah memutuskan untuk mendirikan Baitul Malwaa Tamwil (BMT) yang diberi nama BMT SAMARA di Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan.  Empat (4)  Tahun laki-laki yang gampang tersenyum ini mengembangkan BMT dan pada tahun 2009, Salman memutuskan pulang ke kampung halamannya di Padang Panjang.

     Pada tahun 2009, diterima bekerja di ADIRA FINANCE Bukittinggi sebagai seorang surveyor selama  1 Tahun. Berhenti  karena lulus mengikuti tes penerimaan CPNS di Pemerintahan Daerah Kota Bukittinggi, dan mulai efektif bekerja sebagai Abdi Sipil Negara  (ASN) Februari 2011.

     Pada tahun 2013, Salman  melanjutkan pendidikan ke tingkat Sarjana, sesuai dengan basis keilmuan yang sudah dimiliki, dia mengambil  Jurusan Ekonomi Islam di STAIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, sekarang sudah alih status ke Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Dan pilihan tersebut terbukti sangat tepat karena syarat bagi PNS yang akan melanjutkan pendidikannya harus di Jurusan yang minimal memiliki Akreditasi B.

     Pada Tahun 2017, Salman berhasil menamatkan pendidikannya  dengan judul skripsi “Analisis Dampak Distribusi Kekayaan Negara Terhadap Pendapatan Masyarakat Menurut Ekonomi Islam (Studi Kasus Pada Bantuan Mesin dan Peralatan Jahit Untuk Kelompok Usaha Bersama (KUB) di Kota Bukittinggi Tahun 2013)”

     Bagi Salman yang menduduki jabatan bendahara di Bagian Umum dan Perlengkapan di Sekretariat Daerah Kota Bukittinggi itu, Ilmu  yang diperolehnya di Jurusan Ekonomi Islam, membantu peningkatan jenjang karirnya di Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi, karena ilmunya itu dapat membantu pencerahan bagi masyarakat umum yang saat ini masih banyak yang awam dengan Ekonomi berbasis Islam, karena selama ini masyarakat telah terbiasa dengan sistem ekonomi konvensional yang berbasis bunga dan riba. Karena itulah Salman terkesan sekali dengan almamaternya dengan redaksi “Senang sekaligus bangga  pernah menjadi bagian dari IAIN Bukittinggi, karena memperoleh ilmu yang dapat menjadi pencerahan bagi masyarakat luas

     Akhirnya Salman berpesan bagi yuniornya di IAIN Bukittinggi untuk selalu menambah wawasan, perbanyak referensi, kritis dan yang terpenting tingkatkan kemampuan untuk beradaptasi dan fleksibilitas, karena dunia kerja penuh dengan perubahan dan fluktuatif. Dengan meningkatkan kualitas diri tersebut yakinlah bahwa lulusan Ekonomi Islam IAIN Bukittinggi tidak kalah saing dengan lulusan dari kampus ternama di tanah air. (gb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *