Profil Alumni : “MENGGALI SEMUA POTENSI MERAIH SUKSES”

     Elsa Monicha, S.E  lahir di Bukittinggi,02  Januari 1995  Anak pertama dari 5 bersaudara pasangan Amrizal dan Arnetti. Bertempat tinggal di Jorong Limo Suku Nagari Sungai Pua. Jenjang pendidikan formal mulai dari TK tahun 1999 sampai SMA 2012 diselesaikan di kampung halamannya Nagari Sungai Pua.

     Melanjutkan Ke Perguruan Tinggi, Elsa pun memilih kampus yang terdekat, yakni Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Bukittinggi. Memilih jurusan Ekonomi Islam karena di latar belakangi oleh kegiatan atau usaha keluarga besarnya sebagai pengusaha konveksi. Tahun 2016 menyelesaikan Sarjananya, menulis   skripsi analisis dengan judul “ Faktor yang Mempengaruhi Penurunan Home Industri Kerajinan Pandai Besi di Jorong Limo suku Nagari Sungai Pua Kabupaten Agam.”

     Tahun 2017 memulai karir di dunia usaha, membuka bisnis di bidang fashion. Memproduksi dan  sekaligus memasarkannya. Untuk menambah pengalaman di dunia usaha sering mengikuti seminar –seminar kewirausahaan. Bergabung di Serikat Sudagar Nusantara Bukittinggi. Aktif juga di Forum Kewirausahaan Pemuda Sumatera Barat. Dalam perjalanan hidupnya selalu terinspirasi dari kata pengusaha sukses Indonesia Bob Sudino “setinggi apapun pangkat yang dimiliki, kamu tetap seorang pegawai, dan sekecil apapun usaha yang dipunyai kamu adalah bosnya”  kata-kata itulah yang menjadi  energi untuk menjadi seorang pengusaha  yang sukses.

     Elsa juga memiliki bakat dan keterampilan tulis menulis, yang sudah muncul semenjak Sekolah Dasar, dikembangkan dalam group literasi  di Perguruan Tinggi  bersama temannya menulis buku dengan judul “Solusi Masalah Ekonomi Makro Prespektif Syariah”. Menurut Elsa semangat mempelajari ilmu adalah tasbih, mencarinya adalah jihad, mengajarkannya kepada orang lain yang tidak mengetahui adalah shadaqah, menyerahkan pada ahlinya adalah taqarrub.

      “Tingginya jenjang pendidikan tidak menjamin kesuksesan hidup seseorang “ ungkapan ini sering juga jadi pegangan bagi Elsa.  Tapi jika diberi pilihan antara menjadi seseorang yang sukses tanpa pendidikan dengan seorang yang sukses dengan pendidikan tinggi pastilah memilih pilihan yang kedua. Inti penting, menimba ilmu adalah proses. Sedangkan nilai merupakan hasil akhirnya. Disinilah mental akan ditempa lebih kuat lagi, untuk menjadi lebih giat. Lebih ulet dan tidak berputus asa, untuk menjadi seorang yang sportif. Sebagaimana telah dijelaskan dalam surat Al-Syams ayat 8-10 yang berbunyi “maka kami berikan kepada manusia potensi untuk berbuat baik dan potensi berbuat buruk. Beruntunglah orang yang mampu memaksimalkan potensi kebaiknnya dan merugilah orang yang hanya bisa menuruti dorongan keburukannya”

     Bagi Elsa hidup adalah perlombaan untuk menjemput kebaikan yang telah Allah tebar di muka bumi. Memaksimalkan potensi yang ada agar bisa menjadi orang muflihun di hadapan Nya, yaitu orang yang berhasil meraih kebahagiaan dan kegembiraan karena mampu mengoptimalkan kebaikan yang Allah berikan. Setiap manusia diberi kemampuan untuk menentukan apakah dia mau bahagia atau tidak.

     Saat ini di samping sedang menyelesaikan studi  Pascasarjana di Pogram Studi Ekonomi Syariah IAIN  Bukittinggi, mengajar Madrasah Diniyah Awaliyh (MDA) tidak pernah ditinggalknnya, walau hanya Sabtu dan Minggu, begitu juga bekerja di Kantor Camat Sungai Pua sebagai operaror keuangan. (gb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *