Profil Alumni : “BEKERJA SAMBIL KULIAH”

      Dini Oktavia, S.Ei. lahir di Jakarta Utara, pada tanggal 11 Oktober 1993. Anak Pertama dari 3 (tiga) bersaudara ini merupakan anak pasangan Abizar dan Dilla Suryani. Merupakan penduduk  Campago, Kecamatan Malalak Kabupaten Agam. Jenjang pendidikan formal  Sekolah Dasar, SDN Aren jaya XVII Bekasi Timur, Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama di SMPN 8 Bekasi Timur, dan dilanjutkan ke SMK N 2 Kota Bukittinggi, tamat tahun 2011.

     Melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, Dini memilih kampus yang terdekat, yakni Institut Agama Islam Negeri  (IAIN) Bukittinggi. Memilih jurusan Ekonomi Islam karena di latar belakangi oleh kegiatan atau usaha keluarga besarnya sebagai pedagang. Tahun 2015 menyelesaikan Sarjananya dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,25 dengan predikat (sangat memuaskan). Dini menulis skripsi analisis dengan judul “Sistem Pengupahan Tenaga Kerja Outshorching pada Cv Q-Ta Berkarya Bukittinggi Ditinjau dari Perspektif Eknomi Islam”.

     Dini dari awal perkuliahan sudah bekerja, untuk menutupi kebutuhannya karena Dini menyadari bahwa dia berasal dari keluarga yang sederhana. Apapun pekerjaan dilakukannya yang penting halal, dan tidak merugikan orang lain. Di samping itu kesungguhan dan ketekunan dalam studi, mengantarkan Dini menyelesaikan Program Pendidikan  S-1 tepat waktu. Karena kegigihan itu pula di tahun 2015 menjelang sidang Munaqasah Dini mendapatkan pekerjaan di Yayasan Rumah Sakit Islam Bukittingi, tepatnya di tempatkan di Rumah Sakit Yarsi Ibnu Sina Kota Bukittinggi bagian Gizi ini berlangsung dari tahun 2015 – 2017, mencoba bekerja dengan menggunakan Ijazah S-1 Dini bekerja di Bank BTPN Konvensional Aur Kota Bukittinggi di tahun 2017 selama 3 Bulan sebagai marketing, karena tidak sesuai dengan apa yang dianut di jenjang perkuliahan dan bertentangan dalam kehidupan islam, Dini di akhir tahun 2017 pada bulan oktober diterima di sebuah lembaga pemerintah non structural tepatnya di Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Bukittinggi sebagai staf Pelaksana Teknis Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Data dan Informasi hingga sekarang.

     Dalam menjalani kehidupannya Dini mempunyai motto “Ikhtiar Tak Akan Ingkar Karena Upaya dan Hasil Tak Akan Mendusta”. Motto ini selalu mensupport Dini dalam menghadapi kondisi dan situasi sesulit apapun. Baginya, yang penting niatkan dan berusaha semaksimal mungkin, cepat atau lambat usaha tidak akan pernah mengkhianati hasilnya.

     Bagi Dini dalam menjalankan profesinya di bidang Kepemiluan hari ini, sebagai tantangan tersendiri, tekad dan semangat yang kuat di dalam diri, Dini mampu bersaing dengan tamatan perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, terpenting adalah tingkatkan kualitas diri dan persiapkan diri yang terampil untuk terjun ke dunia kerja, IPK hari ini bukan sebagai penentu di dunia pekerjaan, tidak semua perusahaan menjadikan IPK tertentu sebagai harga mati. Mayoritas recruiter sebetulnya cukup puas dengan adanya gelar sarjana. Tidak sedikit yang lebih mengutamakan adanya pengalaman kerja relevan dan keahlian spesifik.

    Dini juga memiliki bakat dan keterampilan tulis menulis, memberikan opini kepada public dalam bidang kepemiluan ini yang sudah muncul dan menjadi hoby baru semenjak bekerja di bidang kepemiluan ini sesuai dengan hadist riwayat Imam Al Ghazali “Jika Kau Bukan Anak Raja, juga bukan anak ulama besar, maka menulislah”. Tulisan-tulisan dini sudah banyak dimuat di media cetak dan media elektronik dengan judul “Bawaslu Menjawab Harapan”. termuat di Media Cetak Padang Ekpres pada tanggal 19 Januari 2019, “Bawaslu Bukan Tuhan” di muat di Media Elektronik Covesia pada tanggal 22 Januari 2019, “ Pemuda jangan hanya mampu berwacana” di muat di media cetak harian umum Rakyat sumbar pada tanggal 26 Februari 2020 dan yang terlahir 28 November 2019 di muat di Media cetak Harian Umum Singgalang pada tanggal 28 November 2019 dengan judul “Ambil Peran dalam Pemilihan Kepala Daerah 2020” Menurut dini sesuai dengan hadist riwayat Turmudzi “Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia maka wajib baginya memiliki ilmu dan barang siapa yang menghendaki kehidupan akhirat, maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa yang menghendaki keduanya maka wajib baginya memiliki ilmu”(dn).

Bersama Pimpinan Bawaslu Republik Indonesia, Pimpinan Bawaslu Provinsi Sumatera Barat dan Pimpinan Bawaslu Kota Bukittinggi.(gb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *