Profil Alumni “KEHIDUPAN PASCA KULIAH: SINERGISITAS AKADEMIK DAN ORGANISASI”

     Hardiansyah Fadli dilahirkan di desa Lawe Dua, Kecamatan Bukit Tusam, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh pada tanggal 10 Juli 1992 dari pasangan Hasan F dan Nurhayati. Pengalaman pendidikan dimulai dari SD N Lawe Dua (1999-2004), SMP N 1 Kutacane (2004-2007), dan MAN 1 Aceh Tenggara (2007-2010). Selesai menamatkan pendidikan di MAN 1 Aceh Tenggara, dia memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke STAIN Bukittinggi (Sekarang: IAIN Bukittinggi) pada jurusan Ekonomi Islam tahun 2011 dan menyelesaikan pendidikan pada tahun 2015. Di bawah bimbingan Bapak Dr. H. Asyari, S. Ag, M.Si dan Bapak H. Raymon Dantes, Lc, M.Ag, ia menulis skripsi dengan judul “Peran Bank Syariah dalam Penguatan Sektor UMKM (Studi Kasus: BPRS Ampek Angkek Canduang dan BPRS Haji Miskin)”. Karir pendidikan terus berlanjut dengan meraih gelar Magister Ekonomi pada Program Pascasarjana IAIN Batusangkar pada tahun 2020 dengan menulis tesis tentang “Analisis Pengaruh Kebijakan Makroprudensial terhadap Pembiayaan pada Bank Umum Syariah di Indonesia“.

     Semasa menimba ilmu di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Bukittinggi, ia banyak melibatkan diri dalam aktivitas kemahasiswaan diantaranya sebagai Ketua Umum Kelompok Studi Ekonomi Islam Al-Irsyad (2013-2014) dan Ketua Bidang Kaderisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Kota Bukittinggi (2013-2014). Kesibukan dalam dunia organisasi kemahasiswaan justru tidak mengganggu akademiknya. Terbukti ketika menyelesaikan pendidikan di IAIN Bukittinggi, ia dianugerahi sebagai lulusan terbaik pada program studi Ekonomi Islam.

     Saat ini ia mengabdikan diri sebagai pegiat Pemilu. Di sela-sela kesibukan di lembaga Ad-hoc Penyelenggara Pemilu, Dia menyempatkan menulis beberapa karya ilmiah. Berikut karya ilmiah yang telah dipublikasikan antara lain: “Konsep Produksi Tan Malaka Ditinjau dari Perspektif Ekonomi Islam” dalam Jurnal Sosial dan Ilmu Ekonomi Universitas Muhammad Yamin Solok, Volume 4, No. 2, 2019, “Determinan Profitabilitas Bank Umum Syariah di Indonesia” dalam Jurnal At-Tijaroh IAIN Padang Sidempuan, Volume 5, No 2, 2019 dan Analisis Pengaruh Dana Pihak Ketiga (DPK), Capital Adequacy Ratio (CAR), dan Non Perfoming Financing (NPF) Terhadap Pembiayaan (Studi pada BUS dan UUS di Indonesia Periode 2014-2018)” dalam jurnal Imara IAIN Batusangkar, Volume 3, No 2, 2019.

     Last but not a least, terkait tentang pesan yang ingin disampaikan kepada adik-adik mahasiswa IAIN Bukittinggi, meminjam analogi yang pernah disampaikan oleh Anies Baswedan. Kehidupan pasca kuliah ibaratkan berenang di lautan. Setiap kita memiliki pilihan, ingin belajar berenang kala berada di laut atau ingin belajar berenang di kolam renang? Kalau di kolam renang, jelas kedalaman, suhu dan arusnya terukur. Lain halnya dengan belajar berenang di tengah laut, risikonya agak besar. Belajar berenang di kolam renang ibarat belajar di kampus. Oleh karena itu belajarlah untuk memimpin dan menjadi bahagian dari masyarakat semasa kuliah. Silahkan dilihat bahwa mereka-mereka yang banyak memberikan kontribusi pada masyarakat adalah mereka yang pada masa mudanya tidak hanya menghabiskan waktu di dalam ruang kelas, tapi juga di luar kelas. Ingat, “pencapaian terbaik seseorang dipengaruhi oleh proses yang pernah dilaluinya dalam hidup. Jika proses yang dilalui itu baik maka pencapaian itu akan berbanding lurus dengan proses yang telah dilalui. Bak kata orang-orang bijak bestari, “proses tidak akan pernah mengkhianati hasil”.(gb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *