Profil Alumni : “MENGEMBANGKAN MINAT WIRAUSAHA“

            Sukri Hidayat, SE. Lahir di V Suku Bawah, pada tanggal 14 Maret 1995. Si bungsu dari 5 (lima) bersaudara ini merupakan anak pasangan Eldi Albetri Chan dengan Saldayati. Merupakan penduduk Canduang Koto Laweh, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam. Jenjang pendidikan formal Sekolah Dasar, SDN 05 V Suku Bawah, Sekolah lanjutan di Pondok Pesantren MUS Canduang, tamat tahun 2015.

            Melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, Sukri memilih Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi, karena dasar pendidikan agama Islam yang sudah dimiliki selama di pondok pesantren, disamping mempertimbangkan pembiayaan yang tentunya akan lebih murah, karena letak rumah dengan kampusnya tidak terlalu jauh. Sukri memilih Program Studi (Prodi) Ekonomi Islam karena dilatar belakangi oleh kegiatan keluarganya yang juga banyak menjadi pedagang.

            Sukri dari awal sudah hidup mandiri, mengupayakan pemenuhan kebutuhannya sendiri, dengan bertani, memanfaatkan potensi modal berupa tanah yang yang dimiliki oleh keluarganya. Sukri menanam berbagai  tanaman seperti cabe, terung dan sebagainya. InsyaAllah semua tanaman itu mampu memenuhi kebutuhannya, mulai dari kebutuhan pendidikan, pakaian, transportasi dan sebagainya.

            Disamping bertani Sukri juga mau melakukan pekarjaan apa saja yang penting halal, dan tidak merugikan orang lain. Karena kegigihannya dan kesungguhannya mengantarkan Sukri menyelesaikan program Pendidikan S-1 tepat waktu, tahun 2020, dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,09 dengan Predikat Memuaskan. Sukri menulis skripsi dengan judul “Pengaruh Religiusitas Pedagang Muslim Terhadap Kesejahteraan Menurut Ekonomi Islam”.

            Jiwa wirausaha yang sudah tumbuh dalam diri Sukri di pupuk dengan berbagai ilmu pengetahuan tentang ekonomi di kampusnya, membuat Sukri semakin yakin untuk mengembangkan dirinya berwirausaha. Pada tahun 2018, Sukri merantau ke Medan, membuka usaha Sate Padang, tepatnya di Jl. Brigjend Katamso, Simpang Al falah, Kota Medan. Kalau liburan kuliah Sukri di Medan, kalau lagi kuliah usahanya itu dijalankan oleh anggotanya, Sukri memantau usahanya dengan memanfaatkan tekhnologi informasi.

            Sukri bersyukur sekali  banyaknya pengangguran yang semakin meningkat tiap harinya menjadi salah satu masalah sosial yang membutuhkan penyelesaian. Tetapi Sukri sudah punya usaha dan memperkerjakan orang lain juga. Sedikitnya lapangan pekerjaan yang ada saat ini, menjadi alasan utama bertambahnya angka pengangguran di negara ini. Ditambah lagi pada situasi saat ini Covid-19, beberapa pabrik atau industri yang banyak merumahkan karyawannya karena pandemi dan mengalami kebangkrutan. Ungkap Sukri disela-sela pembicaraannya.

             Sukri juga menghimbau  mahasiswa yang memiliki kreatifitas dan bekal ilmu yang telah diperolehnya di perkuliahan, sebaiknya memiliki mental untuk berwirausaha dibanding menggantungkan diri dengan berburu pekerjaan bersama jutaan penggangguran yang juga mencari kerja.

            Belakangan ini banya pihak menyelenggarakan seminar, workshop maupun pelatihan dan pengembangan motivasi berwirausaha di kalangan mahasiswa. Tujuannya untuk mendorong para mahasiswa untuk menciptakan pekerjaan bukan mencari pekerjaan. Untuk menumbuhkan motivasi berwirausaha dibutuhkan informasi mengenai keuntungan dalam berwirausaha, agar para pencari kerja mengubah pola fikirnya untuk membuka lapangan kerja.(gb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *