MOU DAN STUDIUM GENERAL “MASTER PLAN EKONOMI SYARIAH DI MASA PANDEMI”

          Rabu/ 7 April 2021. Studium General dan MOU FEBI IAIN Bukittinggi dengan Tema “Master Plan ekonomi Syariah di Masa Covid 19”. FEBI menghadirkan dua narasumber yang berkompeten dan pakar Ekonomi syariah Dr. Agustianto Mingka, MA., sebagai Presiden Direktur Iqtishad Consulting dan Ir. Adiwarman Azwar Karim SE, MBA, MAEP sebagai Pendiri Karim Konsulting Indonesia. Alhamdulillaah Studium Generale  selama tiga jam berjalan  dengan lancar yang dibuka langsung oleh Dekan FEBI IAIN Bukittinggi  Dr. Iiz Izmuddin MA. Dengan tema menarik Studium General ini, peserta  dihadiri oleh para akademisi Dosen dan mahasiswa FEBI berjumlah lebih 300 orang. Sebelum pemaparan materi acara diawali dengan penanda tanganan MOU dengan Karim Consulting Indonesia  yang dipandu oleh wadek III FEBI  Gusril Basir, SH. M.Hum.

           Studium General  dihadiri antusias oleh para akademisi dengan nara sumber pertama bapak Dr Agustianto MA berbicara panjang lebar mengupas tentang konsep dan strategi master plan ekonomi Syariah pada masa pandemic dengan reformasi digitalisasi ekonomi di era society 5.0, dan mengaitkan pentingnya peran wawasan Maqashid Syariah dilihat secara makro dan luas sebagai kerangka kemashalahatan yang sangat selaras dengan master plan ekonomi syariah. Sementara Ir Adiwarman A Karim lebih menekankan kepada pentingnya penguatan nilai-nilai Islam dalam pribadi muslim dengan karakter yang ada pada Nabi Muhammad SAW yaitu Siidiq, Amanah Fatanah dan Tabligh agar dapat mengimplementasikan ekonomi syariah  dalam segala aspek kehidupan. Kemudian pentingnya penerapan nilai islam dalam system perekonomian, keuangan dan regulasi terkait juga pemerintahan. Clossing statement dari moderator :  Dr. Rusyaida, MAg (wadek II FEBI) bahwa Pentingnya penguatan ekonomi segala bidang (industry halal, keuangan syariah, pendidikan, SDM, regulasi dan keuangan social)  dan akselerasi transformasi digitalisasi ekonomi dan keuangan syariah merupakan strategi yang tepat untuk meningkatkan ekonomi syariah di era industry 4.0 dan era society 5.0 masa pandemic dan new normal. (Tim Redaksi FEBI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *