Profil Alumni : WISUDAWAN/WATI TERBAIK KATEGORI PENULISAN SKRIPSI TERBAIK PRODI EKONOMI ISLAM Wisuda XV 22 April 2021

          Kita tidak pernah tau bagaimana jalan kehidupan yang sudah digariskan oleh Allah SWT. Sebagai hamba-Nya, yang perlu kita lakukan adalah menjalani kehidupan dengan ikhtiar dan tawakal. Seperti halnya yang sudah dilalui oleh Erna, hingga akhirnya ia bisa menyelesaikan studinya di IAIN Bukittinggi pada program studi S1 Ekonomi Islam.

          Erna Wahyuni, SE., yang lahir di Bukittinggi pada tanggal 08 Juni 1998 merupakan anak pertama dari 4 bersaudara dari pasangan Alm. Erjon dan Yulimar Fitri. Erna menempuh pendidikan taman kanak-kanak di TK Flora Pertanian Bukittinggi (2004). Setelah menyelesaikan pendidikan di TK, Erna melanjutkan pendidikan di SD Negeri 14 ATTS Bukittinggi (2010). Selain itu, saat kelas 2 SD Erna juga mengikuti pendidikan Madrasah Diniyah Awaliyah di MDA Masjid Raya Bukittinggi selama 4 tahun (2009). Setelah tamat dari SD, Erna melanjutkan pendidikannya di SMP Negri 4 Bukittinggi (2013) dan masuk SMA Negeri 1 Bukittinggi (2016) dengan mengambil jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Hingga akhirnya Erna melanjutkan studinya ke IAIN Bukittinggi dengan memilih prodi Ekonomi Islam. Alasannya memilih prodi Ekonomi Islam adalah karena ketertarikannya dengan ilmu ekonomi dan merasa memiliki prospek kerja yang cukup luas kedepannya.

          Banyak hal yang dilaluinya selama menyelesaikan studi di IAIN Bukittinggi. Hal terberat yang dirasakannya saat menempuh perkuliahan adalah saat ayahnya meninggal dunia pada tahun 2019 lalu. Selama perkuliahan, Erna sering berangkat ke kampus di antar oleh ayahnya. Sehingga, kepergian beliau sangat terasa sekali bagi Erna dan sempat membuatnya down beberapa waktu. “Biasanya pergi ke kampus sering diantar beliau. Jadi, kepergian beliau yang tiba-tiba cukup membuat down” ungkap Erna. Namun ia tak terlarut dalam kesedihannya, ia bisa kembali bangkit dan semangat untuk menyelesaikan perkuliahannya hingga memperoleh gelar SE. Erna kembali membangkitkan semangatnya karena tak ingin membuat kecewa ayahnya yang sudah berjuang untuk memenuhi segala kebutuhan untuk kuliahnya selama ini. “Saya yakin, walaupun ayah sudah tidak ada, pasti di sana beliau juga bangga karena anaknya akhirnya bisa menyelesaikan perkuliahan ini. Selain itu saya juga tidak mau mengecewakan ibu dan adik-adik saya. Merekalah yang mendukung dan menyemangati saya hingga akhirnya mampu melewati semuanya.”, ungkapnya.

          Pekerjaan ibu Erna adalah sebagai pedagang kaki lima dan menjahit kodian. Setelah kepergian ayahnya, ibunya lah yang membiayai kehidupannya dan adik-adiknya. Hingga, hal ini membuat Erna semakin bersungguh-sungguh dalam menyelesaikan studinya agar bisa membantu meringankan beban ibu dan membahagiakan ibu dan adik-adiknya.

          Untuk menamatkan pendidikannya di IAIN Bukittinggi ini, Erna menulis skripsi yang berjudul “Analisis Efektivitas Perda Kota Bukittinggi No. 8 Tahun 2014 tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima di Kota Bukittinggi” yang dibimbing oleh Bapak Gusril Basri, SH,M.Hum. Dalam Sidang Munaqasyah, Erna dapat mempertahankan skripsinya dihadapan penguji sehingga memperoleh nilai 90,6 dan menjadi penulis skripsi terbaik dengan IPK 3,53.

          Setelah perjalanan panjang yang ia lalui, akhirnya ia memegang motto dalam hidupnya, “tetaplah berusaha walaupun banyak hal yang memaksamu untuk menyerah”. Selanjutnya terima kasih kepada citivitas akademika yang telah membantu sampai saat ini, mohon maaf atas segala kesalahan selama proses perkuliahan. Serta terimakasih kepada teman-teman yang selalu membantu dan memberi semangat.(gb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *