DISKUSI ONLINE PARIWISATA SYARIAH TINGGI PEMINAT

     HMPS (Himpunan Mahasiswa Program Studi) PARSYA (Pariwisata Syariah) IAIN (Institut Agama Islam Negeri) melaksanakan kegiatan diskusi yang diadakan secara online dengan tema “Seberapa Kuat Industri Pariwisata Bertahan Ditengah Krisis COVID-19?”.

     Diskusi Online ini dilaksanakan pada tanggal 20/05 dengan dua pemateri yaitu Ibu Dwi Pratiwi Wulandari, SST.Par,MM.Par yang merupakan seorang tenaga pengajar dari Universitas Negeri Padang dan beliaupun juga sempat memberikan ilmunya kepada mahasiswa PARSYA selama 1 tahun lebih sebagai dosen luar biasa. Pemateri ke dua adalah Ibu Siti Hajar Thaitami,S.St Selaku owner dari royal face, disamping itu beliau juga pernah menjabat sebagai ketua HMPI (Himpunan Mahasiswa Pariwisata Indonesia).

     Diskusi online ini diadakan untuk mengetahui seberapa bertahannya Industri Pariwisata di tengah musibah yang melanda dunia yaitu virus Covid-19.  Diskusi ini di bentuk sebuah panitia yang berjumlahkan sembilan orang yang di pimpin oleh ketua panitia yakni Taufik Hidayat dari semester 4. Peserta yang mengikuti diskusi online ini tidak hanya dari kalangan mahasiswa program studi Pariwisata Syariah saja, akan tetapi dari luar Prodi dan juga dari kampus lain seperti IAIN Parepare yang aktif dalam diskusi tersebut.

     Diskusi yang di mulai pada pukul 16:00 WIB ini di awali dengan pembukaan singkat dari moderator dan langsung di serahkan kepada Bapak Amsah Hendri Doni, SE.ME, selaku ketua jusrusan Pariwisata Syariah sekaligus sebagai Pembina dari HMPS Pariwisata Syariah, untuk membuka kegiatan secara resmi.

     Setelah penyampaian sepatah kata sekaligus pembukaan secara resmi dari Bapak Amsah Hendri Doni, SE.ME, kegiatan di mulai dengan penyampaian materi dampak covid-19 terhadap pariwisata dan yang tersisa dari industri pariwisata tersebut oleh Ibu Dwi Pratiwi Wulandari, SST.Par, MM.Par dan dilanjutkan materi ke dua mengenai persiapan industri pariwisata setelah redanya masa pandemi covid-19 ini yang di sampaikan oleh Ibuk Siti Hajar Thaitami,S.St. Pada setiap sesi hanya di batasi dengan 2 pertanyaan tetapi besarnya antusiasme dari peserta yang cukup tinggi sehingga banyaknya peserta yang tidak memiliki kesempatan bertanya.

     Pada sesi pertama Ibu Dwi Pratiwi Wulandari, SST.Par., MM.Par dengan materi kekuatan industry pariwisata dalam menghadapi covid-19 dengan kesimpulan bahwa terdapat tiga point penting terkait dampak pandemi terhadap pariwisata yakni 96% destinasi pariwisata global mengalami penurunan kunjungan, kedua 100% destinasi pariwisata global mengalami pembatasan kunjungan, dan yang ketiga jumlah kunjungan wisatawan internasional menurun 20-60% pada tahun 2020. Dari ketiga poin ini sangat jelas dirasakan oleh pariwisata Indonesia.

     Dan pada sesi kedua Ibu Siti Hajar Thaitami,S.St. membahas bagaimana industry pariwisata setelah pandemi ini. “Dapat kita lihat dari beberapa point yang pertama dari segi marketing, krisis ini salah satunya meliputi jangka pendek adalah mampu servive atau bertahan baik dari pihak industri pariwisataan. Lalu sasaran pada toursm lokal yang saat ini telah merujuk pada sustainable atau berkelanjutan, dimana mereka tidak ingin bepergian terlalu jauh. Hal tersebut diantisipasi lewat post-crisis. Kemudian industri harus menerpakan tiga point penting yakni, standar kebersihan, kesehatan, dan keamanan dalam operasional bisnis.”

     “Kegiatan ini adalah kegiatan pertama yang di angkatkan dan juga pertama kalinya dilaksanakan online dan syukur besarnya antusiasme peserta membuat kami memutuskan kegiatan dibuka buat umum. Ekspektasi kami tidak setinggi ini karna mepetnya waktu pemasaran. Kegiatan kali ini sukses mengumpulkan hampir 200 orang peserta. Pertamakali kami mengadakankan diskusi online ini di samping diikuti oleh seluruh perangkat HMPS dan mahasiswa pariwisata syariah kami juga berhasil menghimpun peserta dari hampir seluruh jurusan pariwisata syariah se-Indonesia ikut serta meramaikan kegiatan diskusi kali ini, disamping itu masih ada beberapa kampus lain juga yang ikut meramaikan kegiatan kali ini.” Begitu ujar salah seorang panitia kegiatan diskusi online PARSYA kali ini. (gb-ahd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *